Selasa, 29 September 2026

PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM (RPM) TERINTEGRASI PID DAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF

PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM (RPM) TERINTEGRASI PID DAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF

Strategi Merancang Pembelajaran yang Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan, dan Berbasis Teknologi pada Jenjang TK, SD, SMP, dan SMA

Oleh: Zulfian Yusmana, M.Pd (Pengawas Sekolah Kab. Lebak)

A.Pendahuluan

Perubahan teknologi, karakteristik peserta didik, serta kebutuhan kompetensi abad ke-21 menuntut sekolah tidak hanya menghadirkan pembelajaran yang menyampaikan materi, tetapi pembelajaran yang mampu membuat peserta didik memahami, menggunakan, mengembangkan, dan merefleksikan pengetahuan dalam kehidupan nyata.


Dalam konteks tersebut, Pembelajaran Mendalam (PM) menjadi pendekatan yang semakin penting dalam pelaksanaan pendidikan di Indonesia. Pembelajaran Mendalam menekankan proses belajar yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful) melalui pengembangan peserta didik secara holistik, meliputi olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga. Kerangka tersebut juga menempatkan pemanfaatan teknologi sebagai salah satu unsur penting dalam desain pembelajaran.

Kebijakan kurikulum nasional melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 menempatkan Pembelajaran Mendalam sebagai pendekatan pembelajaran, bukan sebagai kurikulum baru. Pada saat yang sama, Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses menjadi landasan terbaru bagi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian proses pembelajaran pada PAUD, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Peraturan tersebut berlaku sejak 5 Januari 2026 dan menggantikan Permendikbudristek Nomor 16 Tahun 2022.

Salah satu konsekuensi penting dari perkembangan tersebut adalah perlunya guru menyusun Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) yang tidak sekadar menjadi dokumen administrasi, tetapi benar-benar menjadi peta perjalanan belajar peserta didik.

RPM yang baik harus mampu menjawab pertanyaan berikut:

Siapa murid saya? Apa yang perlu mereka kuasai? Mengapa hal tersebut penting? Bagaimana mereka akan mengalami proses belajar? Teknologi apa yang benar-benar membantu? Bagaimana saya mengetahui mereka telah belajar? Dan bagaimana murid merefleksikan pengalaman belajarnya?

Salah satu sarana yang dapat memperkuat proses tersebut adalah Papan Interaktif Digital (PID) yang dipadukan dengan media pembelajaran interaktif seperti simulasi, video interaktif, kuis digital, permainan edukatif, infografis, virtual laboratory, peta digital, presentasi interaktif, papan kolaboratif, dan berbagai sumber belajar digital lainnya.

Namun perlu ditegaskan bahwa PID bukan tujuan pembelajaran. PID hanyalah sarana. Tujuan akhirnya tetaplah terciptanya pengalaman belajar yang berkualitas.

1. Apa Itu Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM)?

Rencana Pembelajaran Mendalam merupakan rancangan pembelajaran yang disusun pendidik untuk menciptakan pengalaman belajar yang memungkinkan murid belajar secara berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Dalam regulasi terbaru, dokumen perencanaan pembelajaran paling sedikit memuat:

  • tujuan pembelajaran;
  • langkah pembelajaran; dan
  • penilaian atau asesmen pembelajaran.

Dengan demikian, RPM tidak harus dipahami sebagai format administrasi baru yang kaku. Panduan resmi Pembelajaran Mendalam memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menyesuaikan bentuk perencanaan dengan kebutuhan satuan pendidikan dan karakteristik murid. Kerangka Pembelajaran Mendalam berfungsi sebagai cara berpikir dalam merancang pembelajaran, bukan sebagai satu format baku yang harus digunakan secara seragam.

Dalam praktiknya, RPM dapat disusun melalui empat langkah besar:

IDENTIFIKASI → DESAIN PEMBELAJARAN → PENGALAMAN BELAJAR → ASESMEN

Kerangka tersebut mencakup identifikasi kesiapan murid, karakteristik materi, dimensi profil lulusan, tujuan pembelajaran, praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan digital, pengalaman memahami–mengaplikasi–merefleksi, serta asesmen awal, proses, dan akhir.

2. Prinsip Utama Pembelajaran Mendalam dalam RPM

RPM yang baik tidak cukup hanya mencantumkan aktivitas belajar. Setiap kegiatan harus dirancang agar memenuhi tiga prinsip utama.

a.Berkesadaran

Peserta didik mengetahui:

  • apa yang sedang dipelajari;
  • mengapa mereka perlu mempelajarinya;
  • apa tujuan pembelajarannya;
  • bagaimana keberhasilan mereka akan diketahui; dan
  • bagaimana mereka dapat memperbaiki proses belajarnya.

Contohnya, guru tidak sekadar mengatakan:

“Hari ini kita belajar tentang perubahan wujud benda.”

Tetapi:

“Hari ini kalian akan menyelidiki mengapa es dapat berubah menjadi air dan bagaimana perubahan tersebut terjadi dalam kehidupan sehari-hari.”

Dengan demikian murid mengetahui arah pembelajarannya.

b. Bermakna

Pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman nyata dan konteks kehidupan peserta didik.

Misalnya:

Materi: pecahan

Konteks: membagi kue untuk beberapa anggota keluarga.

Materi: pencemaran lingkungan

Konteks: kondisi sungai di sekitar sekolah.

Materi: persamaan linear

Konteks: menghitung biaya pembelian barang.

Materi: ekonomi

Konteks: menganalisis usaha UMKM di lingkungan sekitar.

c. Menggembirakan

Pembelajaran menciptakan suasana positif, menantang, menyenangkan, dan memotivasi murid untuk terlibat aktif.

Penggunaan PID dapat memperkuat unsur ini melalui:

  • permainan edukatif;
  • kuis interaktif;
  • simulasi;
  • eksplorasi visual;
  • video;
  • aktivitas sentuh dan geser;
  • anotasi;
  • pemetaan konsep;
  • diskusi digital; dan
  • presentasi hasil karya.

Akan tetapi, pembelajaran menggembirakan tidak berarti sekadar “ramai” atau “banyak permainan”. Aktivitas tetap harus mengarah pada tujuan pembelajaran.

Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 menegaskan bahwa pembelajaran dilaksanakan dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan serta melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu.

3. Tiga Pengalaman Belajar dalam Pembelajaran Mendalam

Salah satu ciri penting Pembelajaran Mendalam adalah pengalaman belajar:

a. Memahami

Pada tahap ini murid membangun pemahaman terhadap konsep, fakta, prinsip, prosedur, nilai, dan karakter.

Guru dapat menggunakan PID untuk:

  • menampilkan gambar;
  • video;
  • animasi;
  • peta konsep;
  • demonstrasi;
  • simulasi;
  • infografis;
  • benda visual;
  • pertanyaan pemantik.

Tetapi guru tidak berhenti pada kegiatan melihat.

Contoh:

Guru menampilkan animasi siklus air pada PID.

Kemudian murid:

  • mengamati;
  • menemukan tahapan;
  • mengurutkan proses;
  • menjelaskan dengan kata-kata sendiri;
  • mengajukan pertanyaan.

Dengan demikian PID menjadi alat untuk membangun pemahaman, bukan sekadar layar presentasi.

b. Mengaplikasi

Pada tahap ini murid menggunakan pengetahuan dalam situasi nyata atau kontekstual.

Contoh:

Setelah belajar siklus air, murid mengamati kondisi sumber air di lingkungan sekitar dan membuat poster digital tentang upaya menjaga sumber air.

  • Setelah belajar pecahan, murid menyelesaikan permasalahan pembagian makanan.
  • Setelah belajar statistika, murid mengolah data kehidupan nyata.
  • Setelah belajar ekonomi, murid menganalisis usaha sederhana di lingkungan sekitar.

c. Merefleksi

Refleksi bukan sekadar pertanyaan:

“Apakah kalian senang belajar hari ini?”

Refleksi yang baik mengajak murid berpikir tentang:

  • apa yang sudah dipahami;
  • apa yang belum dipahami;
  • strategi belajar yang digunakan;
  • kesulitan yang dihadapi;
  • bagaimana solusi ditemukan;
  • manfaat pembelajaran;
  • perubahan pemahaman;
  • dan langkah perbaikan berikutnya.

Dalam Pembelajaran Mendalam, refleksi berkaitan dengan kemampuan regulasi diri dan pengembangan metakognisi.

4. Delapan Dimensi Profil Lulusan

Pembelajaran Mendalam diarahkan untuk mengembangkan delapan dimensi profil lulusan:

a.Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

b.Kewargaan

c.Penalaran kritis

d.Kreativitas

e.Kolaborasi

f.Kemandirian

g.Kesehatan

h.Komunikasi

Kedelapan dimensi tersebut bukan berarti semuanya harus menjadi tujuan utama dalam satu pertemuan. Guru memilih dimensi yang paling relevan dengan tujuan dan karakteristik pembelajaran.

Contoh:

Pembelajaran IPAS tentang pencemaran lingkungan

Dimensi yang dapat dipilih:

  • penalaran kritis;
  • kreativitas;
  • kolaborasi;
  • komunikasi;
  • kewargaan.


5. Apa Itu Integrasi PID dalam RPM?

Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel merupakan perangkat digital yang dapat digunakan secara interaktif dalam proses pembelajaran.

Kemendikdasmen menempatkan PID dalam ekosistem digitalisasi pembelajaran yang terhubung dengan pengembangan ekosistem Rumah Pendidikan. Program digitalisasi pembelajaran melalui PID juga telah dikembangkan dan diperluas oleh pemerintah.

Namun, integrasi PID dalam RPM harus dilakukan secara pedagogis.

Artinya, guru tidak cukup menuliskan:

“Media: PID.”

Yang lebih penting adalah menjelaskan:

Apa fungsi PID pada tahap tersebut? Apa yang dilakukan murid? Bukti belajar apa yang dihasilkan?

Contohnya:

Tahap Aktivitas Peran PID

Memahami Murid mengamati video Menampilkan video fenomena

Memahami Murid mengelompokkan gambar Media drag-and-drop

Mengaplikasi Murid memecahkan kasus Menampilkan masalah kontekstual

Mengaplikasi Kelompok mengerjakan simulasi Media simulasi

Merefleksi Murid menuliskan pemahaman Papan refleksi digital

Asesmen Murid mengikuti kuis Kuis interaktif

Dengan demikian, PID menjadi bagian dari pengalaman belajar, bukan sekadar perangkat presentasi.

6. Media Pembelajaran Interaktif yang Dapat Diintegrasikan

Guru dapat mengembangkan kombinasi media sesuai kebutuhan.

a.Media visual

  • infografis;
  • gambar;
  • diagram;
  • peta;
  • kartu digital;
  • komik pendidikan.

b.Media audiovisual

  • video pembelajaran;
  • animasi;
  • demonstrasi;
  • video eksperimen;
  • video fenomena nyata.

c.Media interaktif

kuis;

permainan edukatif;

  • drag-and-drop;
  • matching;
  • puzzle;
  • teka-teki;
  • voting;
  • polling.

d.Media simulasi

  • simulasi IPA;
  • laboratorium virtual;
  • simulasi matematika;
  • simulasi ekonomi;
  • simulasi sosial.

e.Media kolaboratif

  • papan ide digital;
  • peta konsep;
  • mind map;
  • ruang presentasi kelompok;
  • proyek digital.

f.Media berbasis asesmen

  • exit ticket;
  • kuis formatif;
  • pertanyaan diagnostik;
  • refleksi digital;
  • self-assessment.

Prinsip utamanya:

Gunakan teknologi ketika teknologi membuat proses belajar menjadi lebih efektif, interaktif, kontekstual, atau bermakna.

7. Langkah Praktis Menyusun RPM Terintegrasi PID

Langkah 1 — Identifikasi Murid

  • Guru memetakan:
  • kesiapan belajar;
  • pengetahuan awal;
  • kebutuhan belajar;
  • minat;
  • karakteristik sosial;
  • kemampuan berkomunikasi;
  • kemampuan bekerja sama;
  • kebutuhan diferensiasi;
  • pengalaman menggunakan teknolog.

Untuk PAUD, identifikasi dilakukan sesuai karakteristik perkembangan anak dan tidak seharusnya mengubah asesmen awal menjadi tes akademik formal. Panduan resmi fase fondasi menekankan observasi dan penilaian kinerja sebagai pendekatan yang sesuai.

Langkah 2 — Analisis Materi

Tentukan:

  • konsep esensial;
  • konsep aplikatif;
  • nilai dan karakter;
  • tingkat kompleksitas;
  • keterkaitan dengan kehidupan nyata;
  • kemungkinan integrasi lintas disiplin.

Langkah 3 — Tentukan Dimensi Profil Lulusan

Tidak perlu memaksakan delapan dimensi sekaligus. Pilih dimensi yang paling relevan.

Langkah 4 — Rumuskan Tujuan Pembelajaran

Tujuan harus menggambarkan kemampuan yang akan dibangun oleh murid, bukan aktivitas guru.

Kurang tepat:

“Guru menjelaskan perubahan wujud benda.”

Lebih tepat:

“Murid mampu menjelaskan proses perubahan wujud benda berdasarkan hasil pengamatan dan mengaitkannya dengan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari.”

Langkah 5 — Tentukan Praktik Pedagogis

Model atau strategi pembelajaran dapat berupa:

  • inquiry;
  • problem-based learning;
  • project-based learning;
  • discovery;
  • cooperative learning;
  • eksperimen;
  • eksplorasi;
  • bermain;
  • diskusi;
  • studi kasus.

Langkah 6 — Tentukan Kemitraan Pembelajaran

Pembelajaran dapat melibatkan:

  • teman sebaya;
  • guru lain;
  • orang tua;
  • masyarakat;
  • narasumber;
  • komunitas;
  • dunia kerja;
  • lingkungan sekitar sekolah.

Langkah 7 — Rancang Lingkungan Belajar

Lingkungan harus:

  • aman;
  • nyaman;
  • inklusif;
  • interaktif;
  • memungkinkan kolaborasi;
  • memberikan ruang untuk bertanya;
  • memberikan ruang untuk mencoba dan melakukan kesalahan secara konstruktif.

Langkah 8 — Tentukan Pemanfaatan Digital

Tanyakan:

“Bagian mana dari pembelajaran yang akan menjadi lebih baik karena teknologi?”

Barulah tentukan fungsi PID dan media digital.

Langkah 9 — Rancang Memahami–Mengaplikasi–Merefleksi

Struktur sederhana:

Memahami → Mengaplikasi → Merefleksi

Langkah 10 — Rancang Asesmen

Asesmen dapat dilakukan pada:

  • awal pembelajaran;
  • proses pembelajaran;
  • akhir pembelajaran.

Asesmen harus sesuai dengan tujuan pembelajaran dan menggunakan teknik/instrumen yang relevan.


18. Integrasi PID dan Pembelajaran Mendalam: Dari “Digital” Menjadi “Transformatif”

Pemanfaatan PID akan memberikan dampak lebih besar apabila dirancang untuk mendukung empat unsur kerangka pembelajaran mendalam:

Praktik Pedagogis

PID digunakan untuk mendukung strategi belajar aktif, inquiry, proyek, diskusi, pemecahan masalah, eksperimen, dan refleksi.

Kemitraan Pembelajaran

Murid dapat berkolaborasi dengan teman, guru, orang tua, masyarakat, dan berbagai mitra.

Lingkungan Pembelajaran

PID mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, interaktif, inklusif, dan kolaboratif.

Pemanfaatan Digital

Teknologi digunakan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif, kontekstual, dan fleksibel. Keempat unsur ini memang menjadi bagian dari kerangka pembelajaran mendalam yang dikembangkan Kemendikdasmen.


Penutup

Penyusunan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) terintegrasi Papan Interaktif Digital (PID) dan media pembelajaran interaktif merupakan salah satu strategi untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan peserta didik pada era digital.

RPM bukan sekadar dokumen administrasi. RPM harus menjadi blueprint pengalaman belajar murid.

Guru perlu memulai dari murid, bukan dari teknologi.

Guru perlu menentukan tujuan, bukan memilih aplikasi terlebih dahulu.

Guru perlu merancang pengalaman belajar, kemudian menentukan media yang paling sesuai.

Guru perlu menggunakan PID bukan hanya untuk menampilkan materi, tetapi untuk membuat murid:

mengamati → bertanya → berpikir → mencoba → berkolaborasi → memecahkan masalah → mencipta → mengomunikasikan → merefleksi.

Pada TK, penggunaan PID dapat memperkaya pengalaman bermain dan eksplorasi. Pada SD, PID dapat memperkuat pemahaman konsep dan penerapan. Pada SMP, PID dapat mendukung inquiry, analisis, dan pemecahan masalah. Sementara pada SMA, PID dapat digunakan untuk analisis data, simulasi, investigasi, argumentasi, dan penciptaan solusi.

Dengan demikian, teknologi tidak lagi menjadi sekadar “layar digital di depan kelas”, tetapi berubah menjadi ruang belajar interaktif yang membantu murid membangun pengetahuan, mengembangkan karakter, mengasah keterampilan berpikir, bekerja sama, berkomunikasi, dan merefleksikan pengalaman belajarnya.

Pada akhirnya, keberhasilan RPM bukan diukur dari seberapa canggih medianya, tetapi dari seberapa jauh pembelajaran mampu memuliakan murid, membuat belajar berkesadaran, menghadirkan makna, membangun kegembiraan, serta menghasilkan kemampuan yang dapat digunakan dalam kehidupan nyata.

Landasan Regulasi dan Referensi Utama:

  • Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 tentang Penyesuaian Kurikulum pada PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, yang antara lain menempatkan Pembelajaran Mendalam sebagai pendekatan pembelajaran.
  • Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses pada PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Peraturan ini mengatur perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian proses pembelajaran serta berlaku sejak 5 Januari 2026.

Contoh Rencana Pembelajaran Mendalam Terintegrasi PID:

Contoh RPM TK

Contoh RPM SD

Contoh RPM SMP

Contoh RPM SMA

2 komentar:

Posting Komentar