Tampilkan postingan dengan label PPJ. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PPJ. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Agustus 2021

Full Daring, Efektif kah?

Sebagai salah satu upaya mencegah pandemi Covid-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan agar setiap sekolah meminta peserta didiknya untuk belajar di rumah. Lantas, bagaimanakah efektivitas pembelajaran daring ini?

Sistem pembelajaran daring merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung ataupun tidak langsung antara guru dan peserta didik, tetapi dilakukan melalui online yang menggunakan jaringan internet.

Guru harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun peserta didik berada di rumah. Maka, solusinya guru dituntut dapat mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan media daring (online).

Hal ini sesuai dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia terkait Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19)

Sistem pembelajaran dilaksanakan melalui perangkat personal computer (PC)/laptop atau Telepon Genggam (HP) yang terhubung dengan koneksi jaringan internet. Guru dapat melakukan pembelajaran bersama di waktu yang sama menggunakan grup di media sosial, seperti Whatsapp (WA), Google Classroom,  dan google meet  seperti yang  dilakukan pada pembelajaran di SMPN 7 Cibeber.

Semua sektor merasakan dampak Covid-19, dunia pendidikan salah satunya. Dilihat dari data yang diperoleh pada bulan Juli 2021 yakni bulan pertama tahun ajaran 2021/2022.

Sumber: Pusat Data Informasi SMPN 7 Cibeber


Sumber: Pusat Data Informasi SMPN 7 Cibeber

Dilihat dari data tersebut sekitar 64,21% peserta didik aktif mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) Daring, sisanya tidak aktif (35,79%). Dari data tersebut kita bisa mengambil kesimpulan bahwa pembelajaran jarak jauh tidak begitu optimal. Hal tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya:

  • Peserta didik maupun orangtua peserta didik yang tidak memiliki handphone untuk menunjang kegiatan pembelajaran daring ini merasa kebingungan;
  • Ketersediaan kuota yang membutuhkan biaya cukup tinggi harganya bagi peserta didik;
  • Pembelajaran daring tidak bisa lepas dari jaringan internet. Koneksi jaringan internet menjadi salah satu kendala yang dihadapi peserta didik yang tempat tinggalnya sulit untuk mengakses internet;
  • Ketidaksiapan guru dan peserta didik terhadap pembelajaran daring juga menjadi masalah. Perpindahan sistem belajar konvensional ke sistem daring, tanpa persiapan yang matang;
  • Materi yang disampaikan secara daring belum tentu bisa dipahami semua siswa, sistem ini hanya efektif untuk memberi penugasan, dan kemungkinan hasil pengerjaan tugas-tugas ini diberikan ketika peserta didik akan masuk;
  • Peserta didik merasa jenuh dengan pembelajaran jarak jauh terutama kelas VIII dan kelas IX.

Dari masalah di atas banyak harapan yang diinginkan oleh guru dan peserta didik dalam kondisi seperti ini:
  • Semoga wabah covid-19 cepat berakhir, setelah kondisi kembali normal atau pun wabah Covid-19 sudah berakhir, harapan guru dan peserta didik pembelajaran di kelas (tatap muka) bisa dilaksanakan kembali;.
  • Adanya perlakuan khusus bagi siswa yang kesulitan dalam melakukan pembelajaran jarak jauh (daring);
  • Model pembelajaran daring ini baik digunakan tetapi perlu ditambahkan dengan model pembelajaran luar jaringan (luring). Hal ini dikarenakan jika hanya pembelajaran daring saja maka kejujuran dan kemandirian siswa dalam mengerjakan tugas kurang terkontrol;
  • kedepannya ada model daring yang lebih baik lagi untuk menunjang pembelajaran agar lebih efektif dan efisien yang mampu diterima oleh siswa secara baik.
Mari kita sama-sama berdo'a sehingga wabah ini cepat berakhir dan pembelajaran secara normal dapat kita laksankan kembali, sehingga anak didik kita bisa measakan kembali pelayanan yang optimal dari gurunya. Aamiin Ya Rabb.



Senin, 22 Februari 2021

Penggunaan Google Classroom Satu Server Dalam Pembelajaran Masa Pandemi Covid-19 DI SMPN 7 Cibeber

 Oleh : Zulfian Yusmana, M.Pd


A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan kunci pembangunan sumber daya manusia. Kualitas sumber daya manusia merupakan kunci terwujudnya Indonesia Emas 2045, yang adil dan sejahtera, aman dan damai, serta maju dan mendunia. Tetapi, Dalam kondisi darurat, kegiatan pembelajaran tidak bisa berjalan secara normal seperti biasanya, namun demikian peserta didik harus tetap mendapatkan layanan pendidikan dan pembelajaran.

Letak geografis SMP Negeri 7 Cibeber Kabupaten Lebak merupakan sekolah di kawasan pegunungan tepatnya di daerah kawasan Cisitu. Karena keberadaannya berada di daerah pegunungan tersebut, wilayah Cisitu menjadi wilayah yang sulit untuk di jangkau serta wilayah yang rawan bencana, sehingga pendidikan agak kurang tersentuh. Namun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa pengaruh positif pun banyak didapatkan dari wilayah seperti ini keberadaan masyarakatnya yang memegang tradisi karena termasuk daerah kesepuhan, sehingga mempunyai potensi daerah kearifan lokal yang memungkinkan untuk dikembangkan.

Pada masa darurat Covid-19, sekolah telah melaksanakan kegiatan pembelajaran di tengah kondisi darurat sesuai dengan kondisi dan kreatifitas masing-masing sekolah dimana peserta didik belajar dari rumah dengan bimbingan dari guru dan orang tua. Begitu juga di SMPN 7 Cibeber dengan model daring (dalam jaringan) yang digunakan bisa berjalan dengan baik walaupun dengan keterbatasan sinyal.

Menghadapi kondisi seperti ini, tentunya sekolah membutuhkan media yang cocok dalam melaksanakan proses pembelajaran. Sehingga pada akhirnya guru dan peserta didik tidak kebingungan dalam memilih menggunaan media pembelajaran yang banyak ditawarkan dalam kodisi pandemi saat ini. 


B. Google Classroom Satu Server

Dalam memecahakan masalah di atas, maka harus memilih media pembelajaran yang tepat untuk pembelajaran masa pandemi saat ini. Untuk itu, SMPN 7 Cibeber memilih media pembelajaran pokok yang digunakan dalam semua pembelajaran yang digunakan oleh Guru. Pemilihan media pokok  ini dimaksudkan agar peserta didik tidak kebingungan dalam melaksanakan pembelajaran, ini diakibatkan karena terlalu banyak aplikasi media pembelajaran online yang ditawarkan pada saat ini.  

Sehingga, pemilihan media pembelajaran yang digunakan oleh SMPN 7 Cibeber adalah Google Classroom. Google Classroom (Ruang Kelas Google) adalah suatu serambi aplikasi pembelajaran campuran secara online yang dapat digunakan secara gratis. 

Tujuan utama Google Classroom adalah untuk merampingan proses berbagi file antara guru dan siswa Google Classroom menggabungkan Google Drive untuk pembuatan dan distribusi penugasan, Google Docs, Sheets, Slides untuk penulisan, Gmail dan Google Meet untuk komunikasi, dan Google Calendar untuk penjadwalan. Siswa dapat diundang untuk bergabung dengan kelas melalui kode pribadi, atau secara otomatis diimpor dari Grup Whats App.

Untuk memudahkan memonitor kegiatan pembelajaran secara daring, maka kelas yang dibuat dengan menggunakan satu akun dimana akun tersebut merupakan server utama. 


Guru bisa bergabung dengan kelas yang telah dibuat dan membagikan kode kelas tersebut atau mengundang para siswanya. Setiap kelas (Mata Pelajaran) terdiri dari Guru (Wakasek Kurikulum dan Guru Mapel) dan Siswa Kelas.



Keunggulan penggunaan Google Classroom satu server diantaranya:
- keaktifan guru dan siswa dalam pemebelajaran daring mudah termonitor;
- Selain semua file masuk ke Google Drive pengajar, juga masuk pada Google Drive Akun server;
- Mudah mengelola tugas yang diberikan  oleh guru dan pengumuman penting dari sekolah;
- Mudah meninjau tugas-tugas;
- Mudah dalam berkolaborasi dalam mengerjakan tugas-tugas;
- Waktu Pengiriman tugas dan pengumuman bisa diatur;
- Gratis 100% tanpa iklan.
- Semua file tugas masuk ke google drive, tanpa takut penuh jika menggunakan Akun Pembelajaran (belajar.id)
- dan, banyak lagi keungulan-keunggulan dari GC yang mungkin tidak tersampaikan oleh penulis.


D. Penutup
Terlepas dari itu penggunaan Google Classroom satu server dengan pembelajaran secara online mengakibatkan kesenjangan. Sebab masih menjadi momok di masyarakat diantara yang dapat terlihat nyata adalah pemanfaatan internet tidak merata di seluruh wilayah Indonesia khususnya kabupaten Lebak artinya terdapat Kesenjangan akses on-line pada beberapa wilayah. sistem pembelajaran daring tidak dapat dilakukan secara maksimal. Profil peserta didik dalam pembelajaran daring harus memiliki motivasi belajar mandiri yang tinggi dan memenuhi komitmen belajar yang sungguh-sungguh.
Karakter peserta E-Learning mengarah pada kegemaran belajar dan melakukan kajian pengembangan diri.Kondisi peserta E-Learning adalah mereka yang membutuhkan materi pelajaran tanpa meniingalkan rumah

Ekspektasi dengan pembelajaran daring memang untuk memberikan kemasan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan instruksional. Mode seluruh bahan ajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan, ujian dilakukan secara daring tanpa harus tatap muka antara pengajar dan peserta didik. Namun konsep pembelajaran menuju pendidikan secara komperehensif masih dipertanyakan sebagian masyarakat yaitu dari sisi afektif dan psikomotorik. Secara harfiah syarat personal pengajar adalah harus dapat berinteraksi dengan baik dan lebih personal terhadap peserta didik dengan memperhatikan kemajuan peserta didik, dan membantu persoalan peserta didik yang dihadapi. Sehingga fenomena ini menjadi tugas pendidikan bagaimana mengadaptasi sistem konvensional ke arah pembelajaran daring.

Sebaik-baiknya pembelajaran yang sudah kita konsep pasti ada kekurangannya. Tidak ada gading yang tak retak.

Maju Pendidikan Kita.... Maju Untuk Semua Guru Indonesi...

Selasa, 20 Oktober 2020

Evaluasi Pembelajaran Masa Pandemi Covid-19 di SMPN 7 Cibeber

Oleh : Zulfian Yusmana, M.Pd
PKS. SMPN 7 Cibeber

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Wabah virus korona (Covid-19) membuat berbagai macam aspek kehidupan mengalami goncangan. Mulai dari segi ekonomi, sosial hingga pendidikan. 
  • Ekonomi: banyak kegiatan ekonomi terhenti atau menurun yang berakibat pada pemutusan hubungan kerja, lapangan kerja menurun, angka pengangguran meninggi, dst.
  • Sosial: interaksi sosial, kasus orang yang stres atau tertekan (masalah psikologis)
  • Pendidikan: perubahan pelaksanaan pendidikan – bila pengelolaan kurang baik bisa terjadi penurunan mutu pendidikan
Sektor pendidikan merupakan salah satu aspek yang sejak awal munculnya wabah ini langsung mengalami perubahan. Dengan alasan menghindari kerumunan agar tidak menyebarkan virus korona, sekolah-sekolah di kabupaten Lebak negeri maupun swasta langsung meliburkan proses pembelajaran tatap muka, dan melakukan proses pembelajaran secara jarak jauh di rumah saja.
Sesuai arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 berisi yang berisi arahan mengenai belajar dari rumah melalui pembelajaran jarak jauh. Berikut sejumlah poin arahannya:
  1. Memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum kenaikan kelas maupun kelulusan; 
  2. Memfokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi Covid-19; 
  3. Memberikan variasi aktivitas dan tugas pembelajaran belajar dari rumah antarsiswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/fasilitas belajar dari rumah; 
  4. Memberikan umpan balik terhadap bukti atau produk aktivitas belajar dari rumah yang bersifat kualitatif dan berguna bagi guru, tanpa diharuskan memberi skor/nilai kualitatif.
Letak geografis SMP Negeri 7 Cibeber Kabupaten Lebak merupakan sekolah di kawasan pegunungan tepatnya di daerah kawasan Cisitu. Karena keberadaannya berada di daerah pegunungan tersebut, wilayah Cisitu menjadi wilayah yang sulit untuk di jangkau serta wilayah yang rawan bencana, sehingga pendidikan agak kurang tersentuh. Namun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa pengaruh positif pun banyak didapatkan dari wilayah seperti ini keberadaan masyarakatnya yang memegang tradisi karena termasuk daerah kesepuhan, sehingga mempunyai potensi daerah kearifan lokal yang memungkinkan untuk dikembangkan.

Pada masa darurat Covid-19, sekolah telah melaksanakan kegiatan pembelajaran di tengah kondisi darurat sesuai dengan kondisi dan kreatifitas masing-masing sekolah dimana peserta didik belajar dari rumah dengan bimbingan dari guru dan orang tua. Begitu juga di SMPN 7 Cibeber dengan model daring (dalam jaringan) yang digunakan bisa berjalan dengan baik walaupun dengan keterbatasan sinyal. Menghadapi kondisi seperti ini, tentunya sekolah membutuhkan media yang cocok dalam melaksanakan proses pembelajaran. 

Dalam memecahakan masalah di atas, maka harus memilih media pembelajaran yang tepat untuk pembelajaran masa pandemi saat ini. Untuk itu, SMPN 7 Cibeber memilih media pembelajaran pokok yang digunakan dalam semua pembelajaran yang digunakan oleh Guru. Pemilihan media pokok  ini dimaksudkan agar peserta didik tidak kebingungan dalam melaksanakan pembelajaran, ini diakibatkan karena terlalu banyak aplikasi media pembelajaran online yang ditawarkan pada saat ini.  
Sehingga, pemilihan media pembelajaran yang digunakan oleh SMPN 7 Cibeber adalah Google Classroom. Google Classroom (Ruang Kelas Google) dan Grup WhatsApp.
 
Dari sejak bulan Juli sampai bulan Oktober 2020 tahun ajaran 2020/2021 sudah dilaksanakan pembelajaran jarak jauh perlu adanya evaluasi untuk perbaikan pembelajaran kedepannya.

Evaluasi yang dilakukan oleh SMPN 7 Cibeber, yaitu membuat Laporan Hasil Penilaian Tengah Semester. Adapun data yang diambil untuk evaluasi pembelajaran di sekolah kami, yaitu:
  • Kehadiran Peserta Didik (25%)
  • Tugas Harian (35%)
  • PTS (40%)
Kehadiran Peserta Didik dan Pengumpulan Tugas

Dilihat dari tabel kehadiran dan keikutsertaan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran terjadi penurunan dari setiap bulannya. Dimana 77% pada bulan Juli 2020, 73% pada bulan Agustus 2020, 66% pada bulan September 2020, dan 56% pada bulan Oktober 2020. Untuk lebih jelasnya, bisa kita lihat pada grafik garis berikut ini:

 

Terjadi penurunan yang signifikan setiap bulannya: bulan Juli - Agustus 2020 terjadi penurunan 4%, bulan Agustus - September 2020 terjadi penurunan 7%, dan bulan September - Oktober 2020 terjadi penurunan 10%.

Partisipasi Peserta Didik Dalam Mengikuti PTS
Pelaksanaan PTS Utama dilakukan secara daring selama 6 hari yakni dari 21 - 26 September 2020 kemudian dilanjutkan dengan PTS susulan selama 3 hari 28 - 30 September 2020. Kemudian, pembagian Laporan hasil penilaian tengah semester tangga 3 Oktober 2020. Dari hasil data diperoleh yang diambil dari data setiap guru mata pelajaran dan wali kelas, sebagai berikut:


dan laporan hasil penilaian tengah semester, sebagai berikut:


Penurunan tingkat partisipasi peserta didik dalam pembelajaran daring sesuai dengan hasil survei dilakukan kepada peserta didik ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:
  • Peserta didik sudah merasa jenuh dengan pembelajaran daring;
  • Kurangnya bimbingan dari orangtua;
  • Pembelajaran yang membosankan (kurang variatif)
  • Tugas-tugas menumpuk dan materi yang diberikan gurunya justru menjadikan peserta didik menjadi tidak paham.
  • Kuota yang terbatas sehingga terjadi terputusnya pembelajaran (loss learning).
  • Kesulitan dalam mengakses GC karena sinyal tidak stabil.

Untuk menjawab keluhan-keluhan tadi, SMPN 7 Cibeber mencoba untuk merubah teknis pembelajarannya, yaitu :
  • Perubahan jadwal pelajaran daring yang awalnya 6 hari (Senin - Sabtu), menjadi 3 hari (Senin, Rabu, Jum'at). Dimana 3 hari yang lainnya (Selasa, Kamis, dan Sabtu) digunakan untuk menyelesaikan tugas dari guru/sekolah.



  • Pengumpulan tugas bisa melalui WhatsApp gurunya atau mengumpulkan secara langsung ke sekolah.
  • Mengadakan sosialisasi dan penguatan kepada orang tua/wali dalam pelaksanaan pembelajaran daring.


  • Penggunaan akses internet gratis sekolah kepada peserta didik dengan penjadwalan dan aturan yang dibuat oleh sekolah sesuai dengan masa pandemi.
  • Pembelajaran harus lebih variatif yang dilakukan oleh guru. 

Rekomendasi

Prinsip yang harus dipegang oleh guru, dalam pembelajaran Daring
  1. Pembelajaran daring jangan sampai menambah beban guru dan siswa, karena tujuannya untuk memudahkan belajar Jika menambah beban, justru akan membuat motivasi siswa dalam pembelajaran ditengah kondisi seperti justru menurun.
  2. Pemberian tugas belajar sewajarnya dengan instruksi yang jelas dan sesuai tujuan belajar. Oleh karena itu guru perlu berupaya untuk selalu berkomunikasi dengan peserta didik di dalam sistem beri stimulus yang baik, beri respons, dan buka ruang berdialog secara demokratis, jika perlu boleh diselingi humor tiap tugas harus ada balikan (feed back), beri instruksi yang jelas, memberikan balikan dan bimbingan dan jika siswa masih belum paham. 
  3. Untuk waktu yang mendesak manfaatkan berbagai sumber yang tersedia di dunia maya.
  4. fleksibel, metode pembelajaran yang variatif artinya menyesuaikan karakteristik materi pembelajaran dan peserta didik. 
  5. Pembelajaran daring merupakan bentuk personalisasi pembelajaran, untuk itu perlunya kesadaran serius belajar dari siswa perlu diimbangi dengan guru untuk mengontrol pembelajaran secara berkala caranya dengan memberikan stimulus respon kepada siswa pada saat pembelajaran jarak jauh ini karena pada dasarnya hal ini memerlukan adaptasi didalam penerapannya ditengah segala keterbatasan, kebijakan, kebutuhan yang ada.

Semoga tulisan ini bermanfaat. Jika ada kesalahan dalam penyampaian penulisan mohon maaf sebesar-besarnya.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.