Minggu, 31 Mei 2020
Selasa, 21 April 2020
Pembelajaran Di Saat Pandemi Covid-19
Pemberlakuan kebijakan physical distancing yang kemudian menjadi dasar pelaksanaan belajar dari rumah, dengan pemanfaatan teknologi informasi yang berlaku secara tiba-tiba, tidak jarang membuat pendidik dan siswa kaget termasuk orang tua bahkan semua orang yang berada dalam rumah.
Pembelajaran teknologi informasi memang sudah diberlakukan dalam beberapa tahun terakhir dalam sistem pendidikan di Indonesia. Namun, pembelajaran daring yang berlangsung sebagai kejutan dari pandemi Covid-19, membuat kaget hampir di semua lini, dari kabupaten/kota, provinsi, pusat bahkan dunia internasional.
Di bawah ini salah satu contoh video hasil tagihan dari siswa.
Jumat, 17 April 2020
Belajar Saat Pandemi Covid-19
![]() |
| Contoh hasil tagihan dari siswa |
Selain guru, orangtua pun harus
ikut memantau si anak belajar di rumah. Belajar di rumah itu bukan libur, bukan
berarti enggak ada aktivitas literasi. Ini yang perlu dipahami. Tetap belajar
dengan target yang sudah ada di kurikulum.
Tantangan lebih besar akan muncul
jika kebijakan ini diterapkan di daerah dengan infrastruktur internet dan
teknologi yang kurang memadai seperti di desa-desa. Sekolah-sekolah yang tidak
memiliki fasilitas pembelajaran online ini akan mengalami kesulitan dalam
mengejar ketertinggalan materi pembelajaran. Begitu juga bagi peserta didik
yang kurang memiliki akses terhadap teknologi dan internet. Satu-satunya yang
dapat dilakukan adalah memberikan pekerjaan rumah banyak kepada peserta didik,
meskipun metode ini tidak semaksimal online
learning, dan disetor saat kelas tatap muka kembali digelar.
Selain itu, masalah lain yang
perlu diperhatikan adalah, para siswa juga akan mengalami kesulitan untuk
melakukan konsultasi dengan guru terutama untuk pelajaran yang dianggap
membutuhkan penjelasan dan pemahaman yang lebih mendalam, misalnya matematika.
Untuk anak Sekolah Dasar (SD)
hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), masih bisa belajar dengan beberapa aplikasi
belajar online. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyiapkan untuk
anak SD hingga SMA aplikasi belajar online gratis, yaitu Rumah Belajar di laman
belajar.kemdikbud. go.id, yang dapat
dimanfaatkan oleh semua pelajar Indonesia, dari mana pun dan kapan pun. Sebagai
catatan, untuk tugas-tugas yang diberikan kepada anak didik, seyogianya tidak
menggunakan bahan-bahan yang sulit didapat atau kalaupun bisa didapatkan harus
berbelanja keluar rumah. Jika demikian, justru melanggar imbauan untuk menjaga
jarak dan mengurangi aktivitas luar rumah yang berpotensi menularkan atau
tertular Covid-19. Untuk anak-anak di SMPN 7 Cibeber Selain menggunakan Portal gratis Rumah Belajar, bisa memanfaatkan
aplikasi google classroom. Dan,
menyediakan fitur yang mendukung belajar dari rumah lebih menyenangkan.
Dan banyak hal yang bisa dilakukan
saat kondisi seperti ini. Bagaimana dengan anda??
(ZY)
Jumat, 29 November 2019
SMPN 7 Cibeber Siap PAS Berbasis Komputer
Ujian Berbasis Komputer (UNBK) yang disebut Computer Based Test (CBT) adalah ujian dengan menggunakan komputer sebagai medianya. Ujian Berbasis Komputer bukanlah yang pertamakali dilaksanakan di sekolah-sekolah bahkan sudah mulai dilaksanakan dari tingkat SD, SMP, dan SMA di seluruh wilayah Indonesia, namun berbagai macam kontraversi yang ditimbulkan.
Tidak sedikit yang beranggapan bahwa Ujian Berbasis Komputer ditemukan berbagai macam kendala terutama di daerah-pelosok-pelosok yang belum terjamah teknologi apalagi Indonesia sangat luas dan banyak pulau-pulau yang penduduknya masih primitive. pengadaan komputer yang masih kurang di sekolah-sekolah yang tidak terjangkau, dan masalah yang paling sering ditemukan di lapangan adalah gangguan server, atau gangguan koneksi komputer yang bisa saja terjadi pada saat ujian berlangsung.
Di sisi lain CBT (Computer Based Test) ini juga memberikan dampak positif seperti menghemat penggunaan anggaran, meminimalisir kecurangan yang terkadang dilakukan siswa pada saat ujian, lebih mempersingkat waktu ujian karena pengerjaan soal tidak perlu lagi membulatkan lembar jawaban dan yang paling utama adalah memanfaatkan teknologi masa kini agar mutu dunia pendidikan Negara kita lebih maju.
Alhamdulillah, untuk menyiapkan diri dalam memasuki era revolusi industri 4.0 di SMPN 7 Cibeber walaupun lokasinya berada di daerah terpencil namun mencoba untuk mengikuti pemanfaatan teknologi masa kini agar mutu dunia pendidikan Negara kita lebih maju. Salahsatunya yaitu penyelenggaraan Penilaian Akhir Semester (PAS) Berbasis Komputer (PASBK). Selain itu, PASBK merupakaan ajang pengenalan Ujian Berbasis Komputer (UBK) untuk siswa kelas IX (sembilan) dalam menghadapi USBK/UNBK Tahun Ajaran 2019/2020.
Sebenarnya, Tahun Ajaran sebelumnya SMPN 7 Cibeber sudah menyelenggarakan PASBK tetapi hanya 4 (empat) mata pelajaran saja yaitu mata pelajaran yang di UN-kan khusus kelas IX. Tetapi, tahun ajaran sekarang mencoba seluruh mata pelajaran (11 MP termasuk mulok). PASBK ini khusus untuk kelas IX, karena keterbatasan komputer dan sarana lainnya.
Persiapan PASBK yang dilakukan oleh Panitia PASBK sudah melalui uji kesiapan server dan client dengan mengadakan Uji UBK pada hari kamis, 28 November 2019 dengan melibatkan seluruh calon peserta PASBK yang berjumlah 48 siswa kelas IX yang dibagi menjadi 2 sesi.
Semoga PASBK tahun sekarang dapat berjalan dengan sukses dan lancar. Aamiin.







